Diambil dari Tulisan Sofian Raflesia http://www.adirafacesofindonesia.com/article.htm/437/
Kepahiang adalah salah satu Kabupaten yang ada di Propinsi Bengkulu,
merupakan daerah pegunungan yang merupakan penghasil sayuran terbesar di
Propinsi Bengkulu. Dari kota Bengkulu ke Kabupaten Kepahiang dapat
ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 1 setengah jam.
Sebelum ke lokasi air terjun kami singgah dahulu ke pasar Kepahiang.
Disini kami membeli nasi bungkus di rumah makan padang untuk bekal
perjalan menuju Objek wisata Air terjun Curug Embun. Dari Pasar
Kepahiang menuju lokasi air terjun waktu tempuh dengan kendaraan
bermotor kurang lebih sekitar 15 menit. udah ga' sabar neh pengen cepat
sampai he he...
Air Terjun Curug Embun terletak di desa TAPAK GEDUNG KEPAHIANG. Menurut
cerita penduduk setempat, nama desa “Tapak Gedung” memiliki arti
tersendiri, Tapak artinya Bekas, Gedung artinya Gedung, jadi Tapak
Gedung merupakan Bekas gedung/bangunan zaman dulu. Sebelum dibangun
rumah penduduk, dulu banyak bekas bangunan lama (beton), penduduk di
sana menganggapnya bekas gedung penjajah (Belanda).
Selain bekas gedung ada juga Kuburan Lama persis di bagian atas Air
Terjun Curug Embun, menurut cerita, kuburan tersebut adalah kuburan
rakyat yang dijatuhkan penjajah dari atas air terjun...... (hii serem ya
...)
Sampai di sana ada papan nama petunjuk sederhana untuk menuju lokasi,
motor menumpang parkir di rumah penduduk setempat, kebetulan sang
pemilik rumah sedang mengumpulkan kopi yang telah di jemur, dengan ramah
mempersilahkan kami memarkirkan motor. Di sini udaranya sungguh sejuk,
wajar saja karena merupakan daerah pegunungan, tempat tumbuh suburnya
padi dan tanaman sayuran lainnya. Di lokasi ini juga banyak sekali
dijumpai tanaman bunga yang indah dan berwarna warni.
Sepanjang lokasi menuju air terjun, kita kembali akan menemukan
berbagai macam bunga dan juga tanaman kopi. Berkebun Kopi nampaknya
menjadi mata pencaharian utama penduduk desa disini.
Untuk memasuki kawasan air terjun ini kita dipungut retribusi 2 ribu
rupiah/orang, dan parkir 2 ribu rupiah/kendaraan. Dari pintu masuk,
sekitar 100 m kita akan melewati jalan menurun menuju air terjun.
Air terjun Curug Embun ini memiliki daya tarik tersendiri karena
merupakan air terjun dengan ketinggian 100 meter dan pesona panorama
pegunungan yang indah dengan udara yang sejuk. di sepanjang pinggiran
air terjun tumbuh banyak tanaman bunga yang cantik membuat air terjun
ini semakin eksotis dan alami. Airnya yang dingin membuat pikiran pun
menjadi tenang. Refreshing sejenak dari penatnya kesibukan di kota :)
Rasakan sendiri sejuknya percikan-percikan air terjun sambil berjalan
diatas batu-batu sungai yg berukuran besar, sungguh benar-benar “FRESH”.
Dihari libur (Minggu), lokasi wisata ini ramai dikunjungi, baik pagi
maupun sore harinya, kebanyakan pengunjung adalah muda mudi, mereka
selalu menyempatkan berpoto bersama dengan latar belakang air terjun
yang indah. Moment yang wajib diabadikan.
Beberapa anak-anak penduduk asli asyik mandi, dan berani terjun
dikedalaman 4 meter lebih, batu-batuan yang besar disepanjang sungai
juga airnya yang jernih membuat kami jadi ingin ikut mandi, karena waktu
sudah sore akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang
ke Bengkulu melewati perkebunan teh kabawetan yang luas. Udara sejuk
selalu menemani kami selama perjalan dengan panorama dan pemandangan
alam yang luar biasa indah. Menakjubkan :)
Wisata alam air terjun “Curug Embun” ini sudah selayaknya mendapatkan
perhatian lebih dari pemerintah setempat untuk mulai menata dan
mengelolanya kembali menjadi lebih baik sehingga bisa menjadi salah satu
tujuan wisata andalan di Kabupaten Kepahiang. Pemasangan gapura atau
pintu masuk yang bagus akan mempercantik lokasi ini sekaligus menjadi
identitas wisata yang patut di kunjungi bagi siapa saja yang berkunjung
ke Kabupaten Kepahiang.
Sekitar 15 menit kami memasuki kawasan Desa Tebat Monok Kabupaten
Kepahiang Bengkulu, di desa ini kami singgah sebentar untuk membeli
oleh-oleh buah-buahan, yang banyak dijual penduduk setempat di
pinggir-pinggir jalan, ada pisang, pepaya, ubi jalar, alpokad, dan
lain-lain. Tinggal pilih saja, harganya pun sangat murah, seru bukan :)
Bagi wisatawan dari luar Bengkulu, Obyek wisata yang terdapat di Desa
Tapak Gedung Kepahing Jl. Perum Kepahiang Beringin tiga ini , berjarak
sekitar 60 Km dari Bandara Fatmawati Kota Bengkulu dan dapat tempuh
dengan kendaraan umum. Rute yang anda harus ambil setelah mendarat di
Bandara Fatmawati yaitu menuju Kabupaten Kepahiang yang berjarak 60 km
dari pusat Kota Bengkulu, Sesampai di kota Kabupaten Kepahiang,
perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tapak gedung yang berjarak 10 km dari
kota Kepahiang. Selamat berkunjung dan nikmati sejuknya udara
pegunungan Bengkulu. (SOFIAN)
Labels:
air terjun ,
curug embun ,
kepahiang ,
bengkulu